Cerita: Teman Baru

Oleh: Zaenab Al-Jizawi (1A KMI)

Aku baru saja masuk pondok tiga hari yang lalu. Namun aku sudah hafal semua nama teman sekamarku dan asal daerahnya. Aku bahkan sudah memiliki teman dekat yang mungkin akan kujadikan sahabat. Alma, namanya.

Saat hari pertama masuk pondok, awalnya aku mengira hidup di pondok itu tidak menyenangkan. Aku menangis pada malam harinya, karena aku belum mendapatkan teman. Lalu Alma, yang saat itu entah sedang apa, menghampiriku dan menenangkanku.

“Kamu kenapa?” Alma bertanya sambil menepuk pundakku.

Aku hanya menggeleng dan tetap menunduk.

“Namaku Salma Khoirunnisa. Panggil saja Salma atau Alma. Namamu?” Alma kembali bertanya dengan lembut.

Aku mengangkat dagu. Memandangnya.

“Zakiyah Naura Hasna,” jawabku.

“Mau?” Ia menawariku biskuit.

“Terima kasih.” Aku mengambil dan memakan biskuit itu. Kami pun saling bertukar cerita.

Alma orang yang baik, menurutku. Aku harap aku bisa menjadi sahabatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *